RSS

Manajemen Mutu Terpadu

01 Des

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Salah satu cita-cita nasional yang harus terus diperjuangkan oleh bangsa Indonesia ialah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan nasional. Masa depan dan keunggulan bangsa kita ditentukan oleh keunggulan sumber daya manusia yang dimiliki, di samping sumber daya alam dan modal.

Pembangunan bidang pendidikan yang dilaksanakan pemerintah bersama masyarakat merupakan upaya mewujudkan cita-cita nasional tersebut. Namun demikian, dalam pelaksanaan/prakteknya ternyata pendidikan Indonesia belum menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan negara lain.

Di samping itu, sampai dasawarsa terakhir pengujung abad ke-20, dunia pendidikan kita belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan masyarakat. Fenomena tersebut ditandai dengan rendahnya mutu lulusan, penyelesaian masalah pendidikan yang tidak tuntas atau cenderung tambal sulam, bahkan lebih berorientasi proyek. Akibatnya sering kali hasil pendidikan mengecewakan masyarakat. Mereka terus mempertanyakan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dalam dinamika kehidupan ekonomi, sosial, politik dan budaya. Kualitas lulusan pendidikan kurang sesuai dengan pasar tenaga kerja dan pembangunan. Bahkan sumber daya manusia yang disiapkan melalui pendidikan sebagai generasi penerus belum sepenuhnya memuaskan bila dilihat dari segi akhlak, moral, dan jati diri bangsa dalam majemuknya budaya bangsa.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat menjadi pesimis terhadap sekolah. Sistem pendidikan nasional harus dikelola dengan menerapkan manajemen mutu jika kita ingin membangun dan meningkatkan kepercayaan masyarakat (pelanggan pendidikan).

B. Rumusan Masalah

Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Jelaskan konsep dasar manajemen mutu terpadu dalam pendidikan?
  2. Bagaimana penerapan manajemen mutu dalam pendidikan?

 

BAB II PEMBAHASAN

A. Konsep Dasar Manajemen Mutu Terpadu

Pengertian Manajemen Mutu Terpadu

Istilah utama yang terkait dengan kajian Total Quality Management (TQM) ialah continuous improvement (perbaikan terus-menerus) dan quality improvement (perbaikan mutu). Sebagai suatu strategi manajemen, sprektum aktivitas manajemen mutu terpadu berorientasi pada upaya untuk memperbaiki material dan jasa yang menjadi masukan organisasi dan memperbaiki upaya dalam memenuhi kebutuhan para pemakai produk dan jasa pada masa kini dan di waktu yang akan datang. Manajemen mutu terpadu merupakan salah satu strategi manajemen untuk menjawab tantangan eksternal suatu organisasi guna memenuhi kepuasan pelanggan.

Para ahli manajemen telah banyak yang mengemukakan pengertian tentang Total Quality Management (TQM). Salah satu di antaranya ialah Edward Sallis (1993: 13) yang menyatakan bahwa manajemen mutu terpadu merupakan suatu filsafat dan metodologi yang membantu berbagai institusi, terutama industri, dalam mengelola perubahan dan menyusun agenda masing-masing untuk menanggapi tekanan-tekanan faktor eksternal.

Manajemen mutu terpadu merupakan suatu teori ilmu manajemen yang mengarahkan pimpinan organisasi dan personelnya untuk melakukan program perbaikan mutu secara berkelanjutan yang terfokus pada pencapaian kepuasan dari para pelanggan.

Jargon utama yang mendasari falsafah manajemen mutu terpadu terfokus pada pernyataan “Do the right things, first time, every time”, yang artinya kerjakan sesuatu yang benar sejak pertama kali, setiap waktu.

Hakikat Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan

Dalam aplikasinya, istilah mutu terpadu dalam pendidikan disebut pula Total Quality Education (TQE). Dalam konteks aplikasi konsep manajemen mutu terpadu terhadap pendidikan dapat saja disebutkan “mengutamakan pelajar” atau “program perbaikan sekolah” yang mungkin dilakukan secara lebih kreatif dan konstruktif. Penekanan paling penting bahwa mutu terpadu dalam programnya dapat mengubah kultur sekolah. Para pelajar dan orang tuanya menjadi tertarik terhadap perubahan yang ditimbulkan manajemen mutu terpadu melalui berbagai program perbaikan mutu.

Keuntungan yang dicapai dengan menerapkan manajemen mutu terpadu dalam pendidikan di antaranya adalah:

  1. memperkuat organisasi sekolah dan memberikan peta jalan atau arah bagi perusahaan
  2. menolong kita untuk bekerja sebagai teman dalam kelompok kerja, bukan sebagai musuh
  3. mengupayakan suatu program yang akan mengusahakan bukan hanya penanganan satu aspek saja dari pendidikan, tetapi menjadi pendekatan yang holistik dan menyebabkan semua unsur sekolah mengubah cara yang mengarahkan drinya
  4. mengarahkan para orang tua dan pelajar untuk memberikan saran untuk memajukan keadaan sekolah
  5. mengarahkan dan mengendalikan pengaruh segala sesuatu yang kita lakukan dan cara kita mengendalikan

B. Penerapan Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan

Kepemimpinan untuk Mutu Pendidikan

Kelangsungan hidup dan keberhasilan organisasi pada saat ini tergantung pada kemampuannya dalam mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal. Dalam konteks ini, organisasi harus memiliki pimpinan yang efektif dalam menjalankan manajemen untuk mengelola perubahan yang ada dan berkelanjutan. Tantangan bagi seorang manajer pendidikan (kepala sekolah/madrasah, pimpinan pesantren, rektor atau direktur) adalah bagaimana menjadi pendorong atau pelopor perubahan lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

Upaya memperbaiki kualitas suatu organisasi sangat ditentukan oleh mutu kepemimpinan dan manajemen yang efektif. Dukungan dari bawahan hanya akan muncul secara berkelanjutan ketika pimpinannya benar-benar berkualitas dan unggul.

Yang dimaksud dengan pemimpin dalam pendidikan adalah semua orang yang bertanggung jawab dalam proses perbaikan yang berada pada semua level kelembagaan pendidikan. Para pemimpin pendidikan harus memiliki komitmen terhadap perbaikan mutu dalam fungsi utamanya. Oleh karena itu, fungsi dari kepemimpinan pendidikan haruslah tertuju pada mutu belajar serta semua staf lain yang mendukungnya.

Menurut Edwin A. Locke (1997), funsi utama pemimpin adalah menetapkan sebuah visi untuk organisasi dan mengkomunikasikannya kepada anggota. Sedangkan peranan kepemimpinan pada setiap level organisasi akan menentukan pencapaian perbaikan mutu. Menurut Sallis (1993), ada beberapa peranan utama pemimpin pendidikan dalam mengembangkan kultur (budaya) mutu, di antaranya adalah:

  1. Memiliki visi yang jelas mengenai mutu terpadu bagi organisasinya
  2. Memiliki komitmen yang jelas terhadap perbaikan mutu
  3. Menjamin bahwa kebutuhan pelanggan menjadi pusat kebijakan dan pekerjaan organisasi
  4. Menjamin bahwa kejelasan struktur organisasi menegaskan tanggung jawab dan memberikan pendelegasian yang cocok dan maksimal
  5. Membangun kelompok kerja aktif
  6. Membangun mekanisme yang sesuai untuk memantau dan mengevaluasi keberhasilan

Pemberdayaan Guru

Pemberdayaan berarti memberikan pegawai suatu pekerjaan untuk dilakukan dan kebebasan bagi mereka untuk melakukannya secara kreatif. Konsep pemberdayaan bersifat humanistik. Pemberdayaan guru termasuk pegawai salah satunya adalah melalui pembagian tanggung jawab. Keberadaan guru sebagai staf dalam proses pembelajaran dan pengajaran di lembaga pendidikan menjadi salah satu pilar kepemimpinan pendidikan.

Proses memberdayakan guru bukan suatu hal yang mudah. Kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinan pendidikan, perlu melakukan beberapa hal penting dalam rangka pemberdayaan guru. Hal-hal tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Melibatkan guru dan semua staf dalam aktivitas penyelesaian masalah dengan menggunakan metode ilmiah dan prinsip pengawasan mutu dengan statistik
  2. Meminta pendapat dan aspirasi mereka tentang sesuatu dan bagaimana sebuah proyek ditangani, jangan menggurui mereka
  3. Memahami keinginan untuk perbaikan yang berarti bagi guru tidak cocok dengan pendekatan top down terhadap manajemen
  4. Memberikan otonomi dan keberanian mengambil resiko Membangun tim kerja, proses manajemen, pelayanan pelanggan, kmunikasi dan kepemimpian

Kelompok Kerja untuk Meraih Mutu

Kerja sama tim dalam menangani suatu proyek perbaikan atau pengembangan mutu pendidikan merupakan salah satu dari pemberdayaan pegawai dan kelompok kerjanya, dengan memberikan tanggung jawab yang lebih besar.  Keberadaan tim kerja sama sebagai modal utama untuk meraih mutu melalui proses perbaikan mutu. Mereka perlu saling mendorong atau bersinergi untuk bekerja sama dalam bidang akademik dan pendukung lainnya, seperti tim pengajar.

Berkaitan dengan pentingnya suatu tim dalam penerapan manajemen mutu terpadu untuk mengejar mutu pendidikan, maka beberapa langkah yang harus dilalui dalam membentuk tim kerja perbaikan mutu adalah (1) pembentukan tim; (2) penggugahan; (3) penetapan norma atau tata kerja; dan (4) melakukan kegiatan.

Alat dan Teknik Perbaikan Mutu

Alat-alat dan teknik mutu berarti mengenali penyelesaian masalah secara kreatif. Beberapa alat yang dapat digunakan dalam perbaikan mutu pendidikan adalah:

  1. Gugah pikiran (brainstorming)
  2. Jaringan kerja kemiripan (affinity network)
  3. Diagram tulang ikan (fishbone diagram or ishikawa)
  4. Analisis keadaan lapangan (force-field analysis)
  5. Pendiagraman (process charting)
  6. Diagram arus (flowcharts)
  7. Analisis pareto (pareto analysis)
  8. Pengukuran kinerja (benchmarking)
  9. Pemetaan arah karier (career path-maping)

Strategi Implementasi Manajemen Mutu Pendidikan

Untuk menerapakan manajemen mutu terpadu dalam pendidikan, ada sepuluh langkah yang harus dilalui, yaitu:

  1. Mempelajari dan memahami manajemen mutu terpadu secara menyeluruh
  2. Memahami dan mengadopsi jiwa dan filosofi untuk perbaikan terus menerus
  3. Menilai jaminan mutu saat ini dan program pengendalian mutu
  4. Membangun system mutu terpadu
  5. Mempersiapkan orang-orang untuk perubahan, menilai budaya mutu sebagai tujuan untuk mempersiapkan perbaiakan, melatih orang-orang untuk bekerja pada suatu kelompok kerja
  6. Mempelajari teknik untuk menyerang atau mengatasi akar persoalan dan mengaplikasikan tindakan koreksi dengan menggunakan teknik dan alat manajemen mutu terpadu
  7. Memilih dan menetapkan pilot project untuk diaplikasikan
  8. Tetapkan prosedur tindakan perbaikan dan sadari akan keberhasilannya
  9. Menciptakan komitmen dan strategi yang benar mutu terpadu oleh pemimpin yang akan menggunakannya
  10. Memelihara jiwa mutu terpadu dalam penyelidikan dan aplikasi pengetahuan yang amat luas

 

BAB III PENUTUP

Dari uraian-uraian yang telah dituliskan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa manajemen mutu terpadu merupakan suatu teori ilmu manajemen yang mengarahkan pimpinan organisasi dan personelnya untuk melakukan program perbaikan mutu secara berkelanjutan yang terfokus pada pencapaian kepuasan dari para pelanggan.

Keuntungan yang dicapai dengan menerapkan manajemen mutu terpadu dalam pendidikan di antaranya adalah (1) Memperkuat organisasi sekolah dan memberikan peta jalan atau arah bagi perusahaan; (2) Menolong kita untuk bekerja sebagai teman dalam kelompok kerja, bukan sebagai musuh; (3) Mengupayakan suatu program yang akan mengusahakan bukan hanya penanganan satu aspek saja dari pendidikan, tetapi menjadi pendekatan yang holistik dan menyebabkan semua unsur sekolah mengubah cara yang mengarahkan drinya; (4) Mengarahkan para orang tua dan pelajar untuk memberikan saran untuk memajukan keadaan sekolah; dan (5) Mengarahkan dan mengendalikan pengaruh segala sesuatu yang kita lakukan dan cara kita mengendalikan

Sedangkan penerapkan manajemen mutu pendidikan di sekolah harus didukung oleh kepemimpinan mutu pendidikan, pemberdayaan guru, kelompok kerja untuk meraih mutu, alat dan teknik perbaikan mutu; serta strategi implementasi manajemen mutu pendidikan.

 

Sumber referensi:

Sukirman, Hartati, dkk. Administrasi dan Supervisi. Yogyakarta: UNY Press

Syafaruddin. 2002. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan; Konsep, Strategi, dan Aplikasi. Jakarta: PT Grasindo

http://paksisgendut.files.wordpress.com/2007/07/tugas-tqm.doc

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Desember 2009 in Manajemen Pendidikan

 

2 responses to “Manajemen Mutu Terpadu

  1. yeyet

    4 Desember 2009 at 4:44 PM

    Trimakasih ilmunya.

     
    • zizer

      5 Desember 2009 at 1:28 PM

      sama2.
      senang rasanya ketika kita bisa berbagi dan bermanfaat untuk orang lain.

       

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: