RSS

Manajemen Supervisi Pendidikan dan Pengawasan

01 Des

A. Pengertian Supervisi Pendidikan

Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya. Menurut keputusan mentri pendidikan dan kebudayaan nomor 0134/0/1977, temasuk kategori supervisor dalam pendidikan adalah kepala sekolah, penelik sekolah, dan para pengawas ditingkatkan kabupaten/kotamadya, serta staf di kantor bidang yang ada di tiap provinsi.

B. Prinsip-Prinsip Supervisi Pendidikan

  1. Prinsip-prinsip fundamenta; Pancasila merupakan dasar atau prinsip fundamental bagi setiap supervisor pendidikan Indonesia. Bahwa seorang supervisor haruslah seorang pancasilais sejati.
  2. Prinsip-prinsip praktisa;
  • Negatif: • Tidak otoriter • Tidak berasas kekuasaan • Tidak lepas dari tujuan pendidikan • Bukan mencari kesalahan • Tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil
  • Positif:  • Konstruktif dan kreatif • Sumber secara kolektif bukan supervisor sendiri • Propessional • Sanggup mengembangkan potensi guru dkk • Memperhatikan kesejahteraan guru dkk • Progresif • Memperhitungkan kesanggupan supervised • Sederhana dan informal • Obyektif dan sanggup mengevaluasi diri sendiri

C. Tujuan Supervisi Pendidikan

  1. Tujuan Umum: (a) Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia dewasa yang sanggup berdiri sendiri, (b) Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia pembangunan dewasa yang berpancasila, (c) Perbaikan situasi pendidikan dan pengajaran pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar pada khususnya.
  2. Tujuan khusus: (a) Membantu guru-guru lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya, (b) Membantu guru-guru untuk dapat lebih memahami dan menolong murid, (c) Memperbesar kesnggupan guru mendidik murid untuk terjun ke msyarakat, (d) Memperbesar kesadaran guru terhadap kerja yang demokratis dan kooperatif, (e) Membesar ambisi guru untuk berkembang, (f) Membantu guru-guru untuk memanfaatkan pengalaman yang dimiliki, (g) Memperkenalkan karyawan baru kepada sekolah, (h) Melindungi guru daru tuntutan tak wajar dari masyarakat, (i) Mengembangkan professional guru.

D. Fungsi Supervisi Pendidikan

  1. Penelitian (research) → untuk memperoleh gambaran yang jelas dan objektif tentang suatu situasi pendidikan. Perumusan topik: (a) Pengumpulan data, (b) Pengolahan data, dan (c) Konlusi hasil penelitian
  2. Penilaian (evaluation) → lebih menekankan pada aspek daripada negative
  3. Perbaikan (improvement) → dapat mengatahui bagaimana situasi pendidikan/pengajaran pada umumnya dan situasi belajar mengajarnya
  4. Pembinaan → berupa bimbingan (guidance) kea rah pembinaan diri yang disupervisi

E. Teknik Supervisi Pendidikan

  1. Tekhnik kelompok: cara pelaksanaan supervisi terhadap sekelompok orang yang disupervisi
  2. Tekhnik perorangan: dilakukan terhadap individu yang memiliki masalah khusus

F. Metode Supervisi

  1. Metode langsung: alat yang digunakan mengenai sasaran supervisi
  2. Metode tak langsung: mempergunakan berbagai alat perantara (media)

G. Jenis-jenis Supervisi

  1. Observasi kelas
  2. Saling kunjung
  3. Demontrasi mengajar
  4. Supervisi klinnis
  5. Kaji tindak (action research)

H. Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran

  1. Observasi kelas: Merupakan salah satu cara paling baik memberikan supervisi pembelajaran karena dapat melihat kegiatan guru, murid dan masalah yang timbul. (a) Perencanaan Kepala sekolah merencanakan dalam menyusun program dalam satu semester atau tahunan. Program tidak terlalu kaku, tergantung dari jumlah guru yang perlu di observasi. Ada tiga macam observasi yaitu dengan pemberitahuan, tanpa pemberitahuan, dan atas undangan. (b) Mekanisme observasi: 1) Persiapan yang diperhatikan: – Guru diberi tahu kepala sekolah bahwa kepala sekolah akan mengadakan observasi – Kesepakatan kepala sekolah dan guru tolak ukur tentang apa yang dioservasi 2) Sikap observasi didalam kelas – Memberikan salam kepada guru yang mengajar – Mencari tempat duduk yang tidak mencolok – Tidak boleh menegur kesalahan guru di dalam kelas – Mencatat setiap kegiatan – Bila ada memakai alat elektronika : tape recorder, kemera – Mempersiapkan isian berupa check 3) Membicarakan hasil observasihasil yang dicatat dibicarakan dengan guru, dan beberapa hal yang diperlu dikemukankan: – Kepala sekolah mempersiapkan – Waktu percakapan – Tempat percakapan – Sikap ramah simpatik – Percakapan hendaknya tidak keluar dari data observasi – guru diberi kesempatan dialog dan mengeluarkan pendapat – Kelamahan guru hendaknya menjadi motivasi guru dalam memperbaiki kelemahan – Saran untuk perbaikan diberikan yang mudah dan praktis- kesepakatan perbaikan disepakati bersama dengan menyenangkan.d. Laporan percakapan- hasil pembicaraan didokumenkan menurut masing-masing guru yang telah diobservasi – Isi dokumen dimulai dari tanggal, tujuan data yang diperoleh, catatan diskusi, pemecahan masalah dan saran-saran
  2. Saling mengunjungi: Dalam kegiatan belajar mengajar sudah ada wadah dari kegiatan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan pembelajaran guru-guru antara lain: (a) Untuk tingkat SMP dan SMA adalah musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), (b) Untuk tingkat Sekolah Dasar adalah Pusat kegiatan guru (PKG)
  3. Domonstrasi mengajar: Dalam kegiatan pembelajaran sangat sukar menentukan mana yang benar dalam praktek mengajar karena mengajar menurut Siswoyo (1997) sebagai seni dan filusuf. Menurut pendapat diatas mengajar dalam pekerjaan disekolah bukan pekerjaan yang mudah, sehingga kepala sekolah dalam demonstrasi pembelajaran tidak perlu mengakui kelemahan dan perlu mencarikan ahli yang dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran yang baik
  4. Supervisi klinis: Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. Perbedaannya dengan supervisi yang lain adalah prosedur pelaksanaannya ditekankan kepada mencari sebab-sebab atau kelemahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dan kemudian langsung diusahkan perbaikan kekurangan dan kelemahan tersebut.Pelaksanaan supervisi klinis menurut la sulo (1987), mengemukakan ciri-ciri supervisi sebagai berikut: a. Bimbingan supervisor kepada guru bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi b. Sepakatan antara guru dan supervisor tentang apa yang dikaji dan jenis keterampilan yang paling pointing (diskusi guru dengan supervisor) c. Instrument dikembangkan dan disepakati bersama antara guru dengan supervisor d. Guru melakukan persiapan dengan aspek kelemahan-kelemahan yang akan diperbaiki. Bila perlu berlatih diluar sekolah e. Pelaksanaannya seperti dalam teknik observasi kelas f. Balikan diberikan dengan segera dan bersifat obyektif g. Guru hendaknya dapat menganalisa penampilannya h. Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan daripada memerintah atau mengarahkan i. Supervisor dan guru dalam keadaam suasanan intim dan terbuka j. Supervisor dapat digunakan untuk membentuk atau peningkatan dan perbaikan keterampil

H. Program Supervisi Pendidikan

Program supervisi pendidikan adalah rangka program berisikan pendidikan dan pengajaran.

  1. Perencanaan: adalah pemikiran dan perumusan tentang apa, bagaimana, mengapa, siapa, kapan dan dimana. Prinsip-prinsip: kooperatif, kreatif, komprehensif, flexible, kontinu.  Syarat-syarat: (a) jelas tentang tujuan pendidikan, (b)pengetahuan tentang mengajar yang baik, (c) pengetahuan tentang pengalaman belajar murid, (d) pengetahuan tentang guru-guru, (e) tilikan pengetahuan tentang murid-murid, (f) pengaetahuan tentang masyarakat, (g) pengetahuan tentang sumber-sumber fisik, (h) faktor biaya, (i)faktor waktu. Proses: merumuskan what, why, how, who, when, where
  2. Organisasi program: Pola-pola :→ horizontal→ vertical. Langkah-langkah mengorganisir program: • persiapakan suasana • pertimbangan situasi • penyusunan program • pembagian
About these ads
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Desember 2009 in Manajemen Pendidikan

 

2 responses to “Manajemen Supervisi Pendidikan dan Pengawasan

  1. Irva

    4 Desember 2009 at 6:31 PM

    pengunjung baru ni…tulisannya sangat bermanfaat bagi para pelaku pendidikan seperti sy..kalo boleh mohon ijin utk copy tulisannya….txs

     
    • zizer

      5 Desember 2009 at 1:28 PM

      syukurlah kalau bermanfaat.
      trima kasih juga atas kunjungannya ke blog ini.
      ketika ingin copy,harap mencantumkan sumbernya saja.

       

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: